Selaras Bangun Ekosistem Wirausaha Lestari di Belitung Lewat Inovasi Produk Lokal

ARTIKEL

Selaras Muba Lestari

9/8/20254 min baca

Belitung 2025 — Komitmen untuk menggerakkan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan terus diwujudkan oleh Selaras Muba Lestari melalui program Berikanesia Lestari. Pada bulan September 2025 (08-12 September 2025), Selaras kembali melanjutkan kegiatan kelas pendampingan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Belitung.

Fokus kegiatan kali ini tidak hanya pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga pada inovasi produk berbasis potensi lokal, khususnya hasil laut, ikan air tawar, dan sumber daya mangrove. Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan, Selaras ingin mendorong UMKM Belitung agar mampu menciptakan produk bernilai tambah tinggi dan memenuhi standar pasar nasional.

Dari Business Model Canvas ke Inovasi Produk Lokal

Sebelum memasuki tahap inovasi produk, para pelaku UMKM sebelumnya telah mendapatkan pelatihan Business Model Canvas (BMC). Pelatihan ini bertujuan agar pelaku usaha dapat memahami keseluruhan struktur bisnis mereka mulai dari siapa target pelanggan, bagaimana menciptakan nilai unik, hingga strategi pendapatan yang berkelanjutan.

“Pelatihan BMC menjadi dasar penting agar para pelaku UMKM tidak hanya memproduksi, tapi juga mampu berpikir strategis dan merancang model bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Bella, Mentor dari Selaras.

Tahapan berikutnya adalah kelas inovasi produk, yang berfokus pada pengembangan olahan dari ikan laut dan air tawar. Belitung sebagai daerah kepulauan memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Beberapa produk inovatif yang dikembangkan di antaranya adalah abon ikan, sambal lingkung, kemplang ikan air tawar, kemplang panggang, ikan asap, dan rice bowl ikan. Selain itu, peserta juga diajarkan prinsip dasar pengolahan makanan bergizi seimbang, agar produk yang dihasilkan tidak hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga meningkatkan gizi masyarakat.

“Selaras membantu kami memahami bagaimana mengolah ikan menjadi makanan yang lebih menarik dan sehat. Kami juga diajari cara menjaga kualitas bahan baku agar tahan lama,” ujar Nila, pelaku UMKM dari Desa Tanjung Binga.

Inovasi Produk Turunan Mangrove: Dari Alam untuk Ekonomi Lestari

Digital Marketing dan Mentoring Mingguan: Menjembatani UMKM ke Pasar Lebih Luas

Pelatihan ini membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pasar hingga ke tingkat nasional. Banyak peserta yang mulai aktif mempromosikan produknya melalui Instagram dan platform e-commerce setelah mengikuti kelas ini.

Tidak berhenti di situ, Selaras juga memastikan keberlanjutan proses pembelajaran melalui mentoring mingguan. Kegiatan mentoring ini difasilitasi oleh tim lokal Selaras di Belitung, yakni Sintia dan Halim Pratama.

Peran keduanya sangat penting, karena mereka menjadi jembatan antara peserta dan tim pusat Selaras. Mereka tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga memastikan setiap pelaku UMKM mendapat dukungan moral dan solusi praktis terhadap tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Mentoring intesif kami berikan dalam mingguan dilakukan secara berkelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang, dan diberikan jadwal, menyesuaikan waktu dari para pelaku UMKM. Mentoring ini dilakukan guna untuk memastikan pemahaman informasi dari mentor tersampaikan dengan baik kepada para pelaku usaha” ujar Sintia selaku fasilitator selaras.

Pemberdayaan Perempuan: Fondasi Ekonomi Lestari

Sumber: Dokumentasi Pribadi Selaras Muba Lestari

Hingga saat ini, program Berikanesia Lestari di Belitung telah memberdayakan lebih dari 50 perempuan lokal. Mereka kini aktif mengembangkan usaha olahan ikan, mangrove, dan produk turunan lainnya. Bagi Selaras, keterlibatan perempuan menjadi kunci penting dalam membangun ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif.

Menuju Ekosistem Wirausaha Lestari di Belitung

Melalui program Berikanesia Lestari, Selaras membuktikan bahwa pelatihan yang disertai dengan pendampingan berkelanjutan dapat menciptakan perubahan nyata di lapangan. Kombinasi antara inovasi produk, digitalisasi, dan pemberdayaan perempuan telah membuka jalan menuju ekosistem wirausaha lokal yang mandiri dan lestari di Belitung.

Selaras berencana melanjutkan program ini dengan memperkuat jejaring antar-UMKM dan memperkenalkan produk-produk unggulan Belitung ke pasar nasional. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Selaras percaya bahwa ekonomi lokal yang kuat dapat menjadi fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi Selaras Muba Lestari

Sumber: Dokumentasi Pribadi Selaras Muba Lestari

Sumber: Dokumentasi Pribadi Selaras Muba Lestari

Sumber: Dokumentasi Pribadi Selaras Muba Lestari

Selain potensi perikanan, program ini juga mendorong eksplorasi produk turunan mangrove, yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal. Melalui sesi khusus inovasi pangan, peserta belajar mengolah berbagai jenis mangrove menjadi produk olahan bernilai jual tinggi seperti pempek dan tekwan mangrove, selai, sirup, serta stik mangrove.

Produk-produk ini tidak hanya unik, tetapi juga menjadi simbol keseimbangan antara pelestarian ekosistem dan pemberdayaan ekonomi. Dengan mengolah mangrove secara berkelanjutan, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

“Selaras memberi kami pandangan baru bahwa mangrove bukan hanya pelindung pantai, tapi juga bisa jadi sumber ekonomi baru jika diolah dengan cara yang benar,” kata Kiki, Peserta.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga dan komunitas ikut tumbuh. Karena itu, kami ingin memastikan mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tapi juga kepercayaan diri untuk menjadi pelaku utama perubahan,” ujar Aziza (Ketua dari Selaras)

Selain pengembangan produk, Selaras juga mengadakan kelas digital marketing yang membantu pelaku UMKM memahami cara memasarkan produk secara efektif di era digital. Materi yang diajarkan meliputi strategi branding, storytelling produk, fotografi, hingga penggunaan media sosial dan marketplace.

Lihat artikel Lainnya